teks

SELAMAT DATANG DI BLOG BPP KECAMATAN TIRISblink>

Rabu, 15 Februari 2012

PENGELOLAAN TANAMAN DAN SUMBERDAYA TERPADU (PTT)


PENGELOLAAN TANAMAN DAN SUMBERDAYA TERPADU (PTT)
PADI SAWAH PENGELOLAAN TANAMAN
DAN SUMBERDAYA TERPADU (PTT)
PADI SAWAH

Oleh :
ANANG BUDI PRASETYO,SP
PPL BPP KECAMATAN TIRIS


Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT)  merupakan  upaya *untuk meni ngkat kan  hasil   dan pendapatan  petani  melalui penerapan  teknologi  yang sesuai  dengan  kondisi  petani dan  lingkungan  setempat Penerapan  PTT  berpedoman kepada  :
·         Pemahaman  masalah  yang dihadapi  petani,  baik  yang bersifat  teknis  maupun sosial-ekonomi.
·         Identifikasi   peluang  pengembangan  usahatani dan  pilihan  teknologi  yang sesuai  kondisi  setempat.
·         Pengelolaan  secara  terpadu antara   tanaman   dan  sumber  daya  tanah  dan  air yang dikaitkan dengan iklim dan  ketersediaan  sarana produksi  setempat.

PEMILAHAN   KOMPONEN  TEKNOLOGI KE DALAM DASAR DAN PILIHAN

Komponen Teknologi Dasar

Teknologi  padi  yang  sangat dianjurkan dan berlaku hampir disemua  lokasi, mencakup:
1.    Varietas  unggul  baru  :
Pilihan varietas disesuaikan dengan  lokasi setempat  (missal,  kalau endemic  penyakit  tungro pilih  varietas tahan tungro); dapat  berupa  padi    seperti  Ciherang,   Mekongga, Cigeulis, dan Inpari 1, atau padi hibrida seperti Hipa 3, Hipa 5 Ceva, Intani, Bernas Prima,   Hibrindo,   dan Sembada.( hibrida )
2.   Benih bermutu dan berlabel :
Benih yang  memiliki  kemurnian dan daya tumbuh tinggi Penggunaan  benih bermutu     akan menyebabkan  tanaman  tumbuh seragam  dan  rata  sehingga memudahkan  pengelolaan dan member hasil  tinggi   
3.  Bahan  organik  :  Jerami dikembalikan  kesawah ,  baik  secara  langsung maupun  tidak langsung dalam bentuk kompos dan  atau pupuk kandang     
4 .  Pengaturan   populasi  tanaman :  antara lain  melalui  jajar  logowo. Sampai batas  tertentu,  makin tinggi  populai  tanaman makin  tinggi hasil panen.      

5.   Pemupukan   berdasar  kebutuhan  tanaman  : 
pupukan-organik diberikan dalam waktu,  takaran,  dan cara  aplikasi  yang  tepat sesuai dengan varietas padi yang  ditanam ,  status hara  tanah  dan  musim  tanam 
6 . Pengendalian   O P T  (organisme  pengganggu tanaman)  berdasar  PHT (pengendalian hama secara terpadu)  :
( 1 )  Monitoring   jenis ,  tingkat  populasi  hama ,   dan   tingkat kerusakan oleh hama, dan
(2)                 Pilihan taktik  dan teknik  pengendalian  ( sanitasi , varietas tahan, pola tanam atau  rotasi   varietas ,  pengendalian  hayati  dan pestisida  nabati,  serta pestisida  kimiawi  sebagai pilihan  terakhir   bila  diperlukan).

Komponen Teknologi Pilihan Teknologi  anjuran  berikut dapat dipilih untuk diterapkan sesuai kondisi setempat  :
1 .   Pengolahan   tanah 
Pengolahan secara sempurna atau olah tanah minimal sesuai dengan musim dan pola  tanam. Olah  tanam  minimal  diperlukan  untuk mengejar waktu   tanam   dan  menghindarkan  tanaman dari  kekeringan.
2 .   Bibit  muda  (umur  <   2 1  hari)  :
lebih  tahan  stress  akibat  pencabutan atau pengangkutan.
3.    Tanam 1-3 bibit per rumpun  :
selain  lebih  hema t ,  persaingan  antar bibit  dapat dikurangan.
4.   Pengairan secara efektif dan efisien  :   dapat  berupa pengairan  berselang  atau basah kering.
5 . Penyiangan dengan  landak/gasrok  :   hemat tenaga  kerja  dan  ramah lingkungan
6.  Panen  tepat  waktu  dan perontokan  gabah  sesegera mungkin  : panen waktu 90- 95% gabah telah bernas dan berwarna  kuning;  gunakan alat perontok  (thresher).

Penyuluh Pertanian Lapangan
BPP KECAMATAN TIRIS
Ttd
ANANG BUDI PRASETYO,SP
READ MORE - PENGELOLAAN TANAMAN DAN SUMBERDAYA TERPADU (PTT)