teks

SELAMAT DATANG DI BLOG BPP KECAMATAN TIRISblink>

Minggu, 13 Mei 2012

MANFAAT DAN KEGUNAAN KELAPA BPP TIRIS


MANFAAT DAN KEGUNAAN KELAPA
Oleh :
ANANG BUDI PRSETYO,SP
PPL BPP KECAMATAN TIRIS


 
Kelapa merupakan bahan penyedap makanan yang dipakai oleh jutaan keluarga baik didalam maupun diluar negri. Permintaan kelapa tua selalu meningkat dari waktu kewaktu yang hal ini bisa dilihat dipasar-pasar tradisional yang menjajajakan dagangan kelapa tuanya dengan jumlah menggunung dan berganti setiap hari.

Kelapa memiliki banyak sekali manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai
penyedap masakan, kelapa dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan termasuk sebagai obat. Kelapa muda yang dagingnya dicampur pisang yang dilembutkan dan susu berkhasiat sebagai obat bagi penderita sakit pencernaan, tukak lambung, kejang usus, sakit
kuning, diare dan wasir.

Kelapa muda yang diambil dagingnya dan digiling ditambah 1 gelas air kelapa muda,
1 butir kapulaga dan gula batu berkhasiat sebagai pereda rasa kering dalam dada, keseduan, tukak lambung dan tidak bisa tidur. Bisul yang diletakkan daging kelapa diatasnya
akan Memberikan rasa dingin dan mempercepat kesembuhan.

Kelapa muda yang dibuat santan bermanfaat sekali bagi anak-anak yang menderita  tuberculosis perut ,kekurangan vitamin D dan protein. Dengan meminum santan satu gelas dipagi hari kemudian disusul minum kastor sebanyak 25 gram bermanfaat membasmi cacing pita. Kelapa yang dikunyah dengan sedikit gula jawa dapat memperkuat gusi dan mencegah
sakit gigi pada anak-anak

Kelapa muda yang diambil airnya berkhasiat sebagai diuretic atau untuk memperlancar pengeluaran air seni. Apabila dicampur susu sangat baik mencegah penggumpalan susu dalam perut, muntah, sembelit dan sakit pencernaan. Apabila dicampur dengan pisang dapat membantu mengatasi pengaruh racun obat, sulfa dan antibiotic sehingga membuat obat lebih cepat diserap darah.

Kelapa yang diambil airnya untuk mencuci muka setiap hari akan melenyapkan jerawat, noda – noda hitam pada wajah, mencegah kerut-kerut wajah, kulit mengering dan menjadikan wajah berseri. Air kelapa dapat dibuat nata de coco yaitu produk semacam kolang-kaling. Nata de coco banyak disukai oleh semua kalangan terutaman anak-anak karena rasanya yang segar.

Kelapa muda memiliki kandungan gizi yang tinggi ,didalam setiap 100 gram daging buah kelapa mengandung air 85,20%, lemak 6,16%, protein 1,60%, abu 0,56%, karbohidrat 3,39%, serat kasar 2,29%, galaktomanan 0,70%, fosfolipida 0,03%, gula total 0,30% dan gula reduksi 0,17%.

Kelapa yang sudah tua juga dapat diambil dagingnya untuk dipergunakan sebagai bahan baku industri pembuatan minyak kelapa. Disamping itu batok kelapa dipergunakan sebagai bahan baku arang batok kelapa yang dibutuhkan oleh berbagai perusahaan dan industri didalam maupun diluar negri.

Kelapa setengah tua dapat diambil sabutnya untuk diolah menjadi coco fiber yang dipergunakan membuat berbagai macam produk. Diluar negri sabut kelapa yang sudah diurai halus dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan jok mobil, bahan pengisi kasur pegas, matras, dan konstruksi beton. Produk sampingan pengolahan cocofiber adalah serbuk sabut kelapa / cocopeat yang bisa dipakai sebagai bahan baku media tanaman.

Kelapa tua tempurungnya dapat diolah menjadi arang batok kelapa, arang aktif, bahan
karbon aktif dan obat nyamuk bakar. Arang batok kelapa dibutuhkan oleh industry
pengecoran besi, perusahaan tambak udang, industri tekstil, industri karbon aktif dan industri minyak goreng. Karbon aktif dimanfaatkan sebagai penjernih minyak goreng dan bahan baku
norit.

DAFTAR PUSTAKA
- Ir. H. Rahmat Rukmana M.Sc, M.M, H Herdi Yudirachman ST - Budi Daya Kelapa Kopyor - Semarang : CV. Aneka Ilmu – 2004
- Fendy R Paimin - Bisnis Kelapa Muda - Trubus No. 283, thn XXIV, Juni – 1993
- Rahmat Rukmana - Aneka Olahan Kelapa - Yogyakarta : Kanisius - 2003.
- Maudy .E - Kondisi Perkelapaan Indonesia - Trubus No. 275, thn XXIII , Juli – 1992
- Onny Untung, Rismawani D, Maudy E - Kebutuhan Sabut Kelapa Dunia - Trubus No. 272, thn XXIII, Juli – 1992
- Nancy Martasuta - Kelapa Aroma Pandan Pesaing Buah Segar - Trubus No.357, Thn XXX, Agustus – 1999
- Onny Untung, Suraidah - Volume Ekspor dan Harga Gula Kelapa Terus Meningkat - Trubus No. 272, Thn XXIII, Juli – 1992
READ MORE - MANFAAT DAN KEGUNAAN KELAPA BPP TIRIS

KEUNTUNGAN MELAKUKAN PASCA PANEN BPP TIRIS


KEUNTUNGAN MELAKUKAN PASCA PANEN


Oleh :
ANANG BUDI PRASETYO,SP
PPL BPP KECAMATAN TIRIS




I.    Pendahuluan :

        Dalam bidang pertanian istilah pasca panen diartikan sebagai berbagai tindakan atau perlakuan yang diberikan pada hasil pertanian setelah panen sampai komoditas berada di tangan konsumen. Istilah tersebut secara keilmuan lebih tepat disebut Pasca produksi (Postproduction)  yang dapat dibagi dalam dua bagian atau tahapan, yaitu pasca panen (postharvest) dan pengolahan (processing).  Penanganan pasca panen (postharvest)  sering disebut juga sebagai pengolahan primer (primary processing) merupakan istilah yang digunakan untuk semua perlakuan dari mulai panen sampai komoditas  dapat dikonsumsi “segar” atau untuk persiapan pengolahan berikutnya.
Umumnya perlakuan tersebut tidak mengubah bentuk penampilan atau penampakan, kedalamnya termasuk berbagai aspek dari pemasaran dan distribusi.  Pengolahan (secondary processing) merupakan tindakan yang mengubah hasil tanaman ke kondisi lain atau bentuk lain dengan tujuan dapat tahan lebih lama (pengawetan), mencegah perubahan yang tidak dikehenda ki atat  untuk  penggunaan lain. Ke dalamnya termasuk pengolahan pangan dan pengolahan industri.
         Penanganan pasca panen yang baik akan menekan KEHILANGAN (losses), baik dalam kualitas maupun kuantitas, yaitu mulai dari  penurunan kualitas sampai komoditas tersebut tidak layak pasar (not marketable) atau tidak layak dikonsumsi. 
Untuk menekan kehilangan tersebut perlu diketahui :
-  Sifat biologi hasil tanaman yang ditangani : struktur dan komposisi hasil tanaman
-  Dasar-dasar fisiologi pasca panen : respirasi, transpirasi, produksi etilen
-  Teknologi penangan pasca panen yang sesuai


II.   Keuntungan melakukan penanganan pasca panen yang baik:

1.  Dibanding dengan melakukan usa ha  peningkatan produksi ,    melakukan penanganan  pasca panen yang baik mempunyai beberapa keuntungan   antara lain:
-    Jumlah pangan yang dapat dikonsumsi lebih banyak
-    Lebih murah melakukan penanganan pasca panen (misal dengan penangan yang hati-hati, pengemasan) dibanding peningkatan produksi  yang membutuhkan input tambahan (misal pestisida, pupuk, dll).
-  Risiko kegagalan  lebih kecil. Input yang diberikan pada peningkatan produksi bila gagal bisa berarti gagal panen.  Pada penanganan pasca panen, bila gagal umumnya tidak menambah “kehilangan”.
-    Menghemat energi. Energi yang digunakan untuk memproduksi hasil yang kemudian “hilang” dapat dihemat. 
-    Waktu yang diperlukan lebih singkat (pengaruh perlakuan  untuk peningkatan produksi baru terlihat 1  – 3 bulan kemudian, yaitu saat panen; pengaruh penanganan pasca panen dapat terlihat 1 – 7 hari setelah perlakuan)
2.  Meningkatkan nutrisi
Melakukan penanganan pasca panen yang baik dapat mencegah kehilangan nutrisi, berarti perbaikan nutrisi bagi masyarakat.
3.  Mengurangi  sampah
terutama di kota -kota dan  ikut mengatasi masalah pencemaran lingkungan.
 Keberhasilan penanganan pasca panen sangat ditentukan dari tidakan awalnya, yaitu panen dan penanganan pasca panen yang baik harus dimulai sedini mungkin, yaitu segera setelah panen.



READ MORE - KEUNTUNGAN MELAKUKAN PASCA PANEN BPP TIRIS

RAMUAN PESTISIDA NABATI BPP TIRIS


PENGENDALIAN HAMA DENGAN
RAMUAN PESTISIDA NABATI
Oleh:
ANANG BUDI PRASETYO,SP
PPL BPP KECAMATAN TIRIS

A.        Untuk Mengendalikan Hama Secara Umum:
Bahan ;
ü  Daun Mimba                      :   8      Kg
ü  Lengkuas                           :   6      Kg
ü  Serai                                   :   6      Kg
ü  Diterjen/ Sabun Colek      : 20      Kg
ü  Air                                       : 80      Liter
Cara Membuat :
Daun mimba, lengkuas dan serai ditumbuk halus kemudian dicampur dengan sabun diterjen/ sabun colek lalu ditambah 20 liter air diaduk secara merata. Direndam selama 24 jam kemudian saring dengan kain halus. Larutan akhir diencerkan dengan 60 liter air. Larutan tersebut disemprotkan pada tanaman untuk luasan 1 hektar.

B.     Untuk mengendalikan Hama Trips Pada CABAI;
Bahan :
ü   Daun Sirsak                  : 50 – 100 Lembar
ü   Diterjen/ Sabun Colek : 15 gram
ü   Air                                    : 5 Liter
         Cara membuat :
ü   Daun sirsak ditumbuk halus dicampur dengan 5 liter air.
ü   Direndam selama 24 jam, saring dengan kain halus.
ü   Setiap 1 liter air larutan dapat diencerkan dengan 10 – 15 liter air, atau dalam 1 tangki di campur 1 liter larutan.
ü   Aplikasi atau penyemprotan pada bagian tanaman yang ada hamanya.

C.     Untuk mengendalikan Hama Belalang dan Ulat;
         Bahan :
ü   Daun Sirsak                  : 50 lembar
ü   Daun Tembakau          : 1 Genggam
ü   Diterjen/ Sabun Colek : 20 gram
ü   Air                                    : 20 liter
         Cara membuat :
ü   Daun sirsak dan daun tembakau ditumbuk halus dan setelah halus tambahkan diterjen/ sabun colek dengan air 20 liter kemudian endapkan atau direndam selama 24 jam.
ü   Disaring dengan kain halus dan encerkan dengan air sebanyak 50 – 60 liter, kemudian semprotkan.

D.     Untuk mengendalikan Hama Wereng Coklat, Penggerek Batang dan Mematoda;
         Bahan :
ü   Biji mimba                       : 50 gram
ü   Alkohol 70 %                  : 10 cc
ü   Air                                    :   1 liter
         Cara membuat :
ü   Biji mimba ditumbuk halus campur dengan alkohol lalu aduk, encerkan denga 1 liter air kemudian endapkan selama 24 jam. Saring dengan kain halus dan semprotkan pada tanaman / serangga hama.
E.      Untuk mengendalikan Hama Taanaman Bawang Merah :
         Bahan I :
ü   Daun mimba                   :  1 kg
ü   Umbi gadubg racun       :  2 buah
ü   Diterjen/ Sabun Colek   :  Secukupnya
ü   Air                                    :  20 liter
         Cara Membuat :
ü   Daun mimba dan umbi gadung racun ditumbuk halus, tambahkan diterjen/ sabun colek aduk dengan air sebanyak 20 liter. Endapkan selama 24 jam jam. Saring dan aplikasikan atau semprotkan pada tanaman.
         Bahan II:
ü   Limbah daun tembakau:  200 Kg
         Cara Membuat :
ü   Limbah daun tembakau ditumbuk sampai halus. Cara pengaplikasiaannya adalah hasil tumbukan limbah daun tembakau ditaburkan bersama dengan pemupukan. Bahan tersebut dapat mengendalikan penyakit Jamur, Bakteri dan Nematoda.

F.      Untuk Mengendalikan Tikus:
        
         Bahan ;
ü   Umbi gadung racun       :  1 kg
ü   Dedak padi                    : 10 kg
ü   Tepung ikan                    :   1 ons
ü   Kemiri                             :  secukupnya
ü   Air                                    :  secukupnya
        
         Cara Membuat ;
ü   Umbi dikupas, dihaluskan, semua bahan dicampurkan tambah air secukupnya kemudian dibuat pelet. Sebarkan pelet dipematang sawah tempat tikus bersarang.
READ MORE - RAMUAN PESTISIDA NABATI BPP TIRIS

PESTISIDA NABATI BPP TIRIS


CARA PEMBUATAN PESTISIDA NABATI
Oleh :
ANANG BUDI PRASETYO,SP
PPL BPP TIRIS PROBOLINGGO

 

1.       Memandulkan Tikus:

Bahan:
1.Umbi gadung KB 1 kg
2.Dedak padi 10 kg
3.Tepung ikan 100 gr
4.Kemiri beberapa biji
5.Air secukupnya

Cara Pembuatan:

Umbi gadung dikupas dan dihaluskan bersama kemiri. Kemudian dicampurkan secara merata dengan dedak padi, tepung ikan, dan air hingga menjadi adonan. Adonan tersebut kemudian  dibuat pelet kering.

Cara Aplikasi:

Pelet tersebut disebarkan di pamatang sawah, di sarang atau di lubang-lubang tikus.

Catatan: resep di atas jika bahan gadung diganti dengan gadung racun maka dapat digunakan  untuk membunuh tikus.


2.       wereng batang coklat, penggerek batang, dan nematode

Bahan dan alat:

• Air 1 liter
• Alcohol 70% 1 cc
• Biji nimbi 50 gr
• Penumbuk/penghalus
• Baskom/ember
• Sprayer

Cara membuat:

1. Biji nimba ditumbuk halus dan diaduk dengan alcohol
2. Encerkan dengan 1 liter air
3. Larutkan diendapkan semalam lalu disaring
4. Larutan siap diaplikasikan ke tanaman
5. Serangga akan mati setelah 2 – 3 hari

3.      wereng batang coklat

Bahan:

1. 50 lembar daun sirsak
2. Satu gemgam (100 gr) rimpang jaringau
3. Satu suing bawang putih
4. Sabun colek 20 gr

Cara membuat:

1. Daun sirsak, jaringau, dan bawang putih di haluskan
2. Seluruh bahan dicampur dan direndam dengan air selama 2 hari
3. Larutan disaring
4. Untuk aplikasi 1 liter larutan dicampur dengan 10 – 15 liter air
5. Larutan siap diaplikasikan


4.      Belalang dan ulat

Bahan:

1. 50 lembar daun sirsak
2. 5 lembar daun tembakau atau satu genggam tembakau
3. 20 liter air
4. 20 gr sabun colek/detergen

Cara membuat:

1. Daun sirsak dan daun tembakau ditumbuk halus
2. Bahan dicampur dengan air dan diaduk hingga rata
3. Bahan didiamkan selama satumalam
4. Larutan disaring kemudian diencerkan (ditambah dengan 50 – 60 air)
5. Larutan siap digunakan



5.      Hama/Penyakit Secara Umum

Bahan:
1. 8 kg daun nimba
2. 6 kg lengkuas
3. 6 kg serai
4. 20 gr sabun colek /detergen
5. 20 liter air

Cara membuat:

1. Daun nimbi,lengkuas dan serai dihaluskan
2. Bahan yang telah halus dilarutkan dalam 20 liter air
3. Didiamkan selama satu malam
4. Larutan disaring dan diencerkan dengan 60 liter air
5. Larutan siap diaplikasikan untuk 1 ha lahan


6.      Wereng Hijau, Wereng Batang Coklat

Bahan:

1. 1 kg gadung
2. 1 ons tembakau
3. Air secukupnya

Cara membuat:

1. Gadung dikupas, dicuci dan diparut.
2. Hasil parutan ditamban dengan 3 gelas air dan dibiarkan selama 12 sampai 24 jam
3. Tembakau direndam dalam 2 gelas air dan dibiarkan selama 12 sampai 24 jam
4. Kedua bahan dicampur dan diaduk hingga tercampur merata
5. Bahan disaring
6. Ekstrak Gatem diencerkan dengan dosis 2 – 2.5 gelas untuk 1 tangki sprayer.

READ MORE - PESTISIDA NABATI BPP TIRIS