teks

SELAMAT DATANG DI BLOG BPP KECAMATAN TIRISblink>

Jumat, 20 April 2012

Kwalitas Pupuk Kandang


KWALITAS PUPUK KANDANG

Oleh :
ANANG BUDI PRASETYP,SP
PPL BPP KECAMATAN TIRIS


Manfaat dari penggunaan pukan telah diketahui berabad-abad  lampau bagi pertumbuhan tanaman, baik pangan, ornamental, maupun perkebunan. Yang harus mendapat perhatian khusus dalam penggunaan pukan adalah kadar haranya yang sangat bervariasi. Komposisi hara ini  sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis dan umur hewan, jenis makanannya, alas kandang, dan penyimpanan/pengelolaan. Kandungan hara dalam pukan sangat menentukan kualitas pukan
(Tabel 1). Kandungan unsur-unsur hara di dalam pukan tidak hanya tergantung dari jenis ternak, tetapi juga tergantung dari makanan dan air yang diberikan, umur dan bentuk fisik dari ternak (Tabel 2).
Tabel 1. Kandungan hara beberapa pukan
Sumber Pakan
ppm
N
P
K
Ca
Mg
S
Fe
Sapi Perah
0.53
0.35
0.41
0.28
0.11
0.05
0.004
Daging Sapi
0.65
0.15
0.30
0.12
0.10
0.09
0.004
Kuda
0.70
0.10
0.10
0.79
0.14
0.07
0.010
Unggas
1.50
0.77
0.77
0.30
0.88
0.00
0.100
Domba
1.28
0.19
0.19
0.59
0.19
0.09
0.020
Sumber: Tan (1993)
Tabel 2. Kandungan hara dari pukan padat/segar
Sumber pakan
Kadar air
Bahan organik
N
PO2O5
K2O
CaO
Rasio
C/N
%
Sapi
Kerbau
Kambing
Ayam 
Babi
Kuda
80
81
64
57
78
73
16
12.7
31
29
17
22
0.3
0.25
0.7
1.5
0.5
0.5
0.2
0.18
0.4
1.3
0.4
0.25
0.15
0.17
0.25
0.8
0.4
0.3
0.2
0.4
0.4
4.0
0.07
0.2
20-25
25-28
20-25
9-11
19-20
24
Sumber: Pinus Lingga (1991)

1.      Pupuk kandang ayam
Pupuk kandang ayam broiler mempunyai kadar hara P yang relatif lebih tinggi dari pukan lainnya. Kadar hara ini sangat dipengaruhi oleh jenis konsentrat yang diberikan. Selain itu pula dalam kotoran ayam tersebut tercampur sisa-sisa makanan ayam serta sekam sebagai alas kandang yang  dapat menyumbangkan tambahan hara ke dalam pukan terhadap sayuran.
Beberapa hasil penelitian aplikasi pukan ayam selalu memberikan  respon tanaman yang terbaik pada musim pertama. Hal ini terjadi karena  pukan ayam relatif lebih cepat terdekomposisi serta mempunyai kadar hara  yang cukup pula jika dibandingkan dengan jumlah unit yang sama dengan  pukan lainnya (Widowati  et al., 2005). Pemanfaatan pukan ayam ini bagi  pertanian organik menemui kendala karena pukan ayam mengandung  beberapa hormon yang dapat mempercepat pertumbuhan ayam.
2.      Pupuk kandang sapi
Di antara jenis pukan, pukan sapilah yang mempunyai kadar serat  yang tinggi seperti selulosa, hal ini terbukti dari hasil pengukuran parameter C/N rasio yang cukup tinggi >40. Tingginya kadar C dalam pukan sapi menghambat penggunaan langsung ke lahan pertanian karena akan menekan pertumbuhan tanaman utama. Penekanan pertumbuhan terjadi karena mikroba dekomposer akan menggunakan N yang tersedia untuk mendekomposisi bahan organik tersebut sehingga tanaman utama akan kekurangan N. Untuk memaksimalkan penggunaan pukan sapi harus  dilakukan pengomposan agar menjadi kompos pukan sapi dengan rasio C/N di bawah 20.
Selain masalah rasio C/N, pemanfaatan pukan sapi secara langsung juga berkaitan dengan kadar air yang tinggi. Petani umumnya menyebutnya sebagai pupuk dingin. Bila pukan dengan kadar air yang tinggi diaplikasikan secara langsung akan memerlukan tenaga yang lebih banyak serta proses pelepasan amoniak masih berlangsung.
3.      Pupuk kandang kambing
Tekstur dari kotoran kambing adalah khas, karena berbentuk butiran-butiran yang agak sukar dipecah secara fisik sehingga sangat berpengaruh terhadap proses dekomposisi dan proses penyediaan haranya. Nilai rasio C/N pukan kambing umumnya masih di atas 30. Pupuk kandang yang baik harus mempunyai rasio C/N <20, sehingga pukan kambing akan lebih baik penggunaannya bila dikomposkan terlebih dahulu. Kalaupun akan digunakan secara langsung, pukan ini akan memberikan manfaat yang lebih baik pada musim kedua pertanaman. Kadar air pukan kambing relatif lebih rendah dari pukan sapi dan sedikit lebih tinggi dari pukan ayam. Kadar hara pukan kambing mengandung kalium yang relatif lebih tinggi dari pukan lainnya. Sementara kadar hara N dan P hampir sama dengan pukan lainnya.
4.      Pupuk kandang kuda
Jumlah populasi kuda lebih rendah dibanding ternak lainnya, sehingga jumlah kotoran kuda juga termasuk lebih sedikit volumenya. Pupuk kandang (pukan) kuda banyak dipergunakan oleh petani sekitar peternakan kuda saja. Sebelum, digunakan kotoran kuda dimasukkan dalam lubang dan dibiarkan terdekomposisi secara  alami kemudian baru digunakan untuk pertanian. Apabila ibandingkan dengan kotoran sapi, kotoran kuda mempunyai rasio C/N lebih rendah.  Rendahnya rasio C/N ini berkaitan dengan jenis pakan misalnya dedak. Hasil analisis pukan kuda ternyata banyak mengandung hara Mg.
---------------------------------------- o0o ----------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon konfermasi balik....dari anda terhormat. Biar tampilan lebih baik.