teks

SELAMAT DATANG DI BLOG BPP KECAMATAN TIRISblink>

Minggu, 02 September 2012

PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU PADA TANAMAN CABE.


PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU
PADA TANAMAN CABE.

Cabai walaupun mempunyai prospek pasar yang bagus dalam agribisnis tetapi tanaman cabe juga banyak menemui masalah kaitanya dengan banyaknya jenis dan intensitas serangan penyakit tanaman.  Penyakit layu pada tanaman cabe merupakan penyakit yang cukup merugikan dan jika tidak dilakukan pengendalian secara tepat dapat menyebabkan kerusakan dan menggagalkan pertanaman.
penyakit layu pada tanaman cabe ini secara umu ada 2 jenis yaitu layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporium f.sp.capsici dan layu bakteri yang disebabkan oleh bakteri Psudomonas solanacearum (E.F.) Sm.
a.    Penyakit Layu Fusarium.
Penyebab penyakit ini adalah cendawan Fusarium oxysporium f.sp.capsici Schlecht. Penyakit ini biasanya menyerang tanaman cabe yang ditanam pada tanah masam (ph tanah rendah, kurang dari 6).    Serangan ditandai dengan memucatnya tulang daun sebelah atas dan diikuti menunduknya tangkai daun.  Jika pada batas antara akar dengan batang dipotong akan terlihat cicncin coklat kehitaman diikuti busuk basah pada berkas pembuluh.
Pengendalian penyakit layu fusarium dapat dilakukan dengan beberapa cara pengendalian antara lain :
1.  Pengapuran lahan sebelum tanam untuk meningkatkan pH tanah dan mengurangi kemasaman tanah.
2.  Pengaturan pengairan dengan baik, jangan sampai air menggenang berlebihan pada lahan pertanaman. Jika pertanaman pada musim hujan maka bedengan agar dibuat lebih tinggi.
3.  Pencelupan  bibit ke dalam air yang telah dicampur dengan fungisida seperti Derosal 1,5 g per liter air  sebelum bibit di tanam untuk pencegahan.
4.  Penyiraman dengan larutan fungisida seperti seperti  Derosal dengan takaran 1,5 gram per liter air pada saat tanaman berumur 25 – 40 hari setelah tanam (HST).
5.  Lakukan eradikasi pada tanaman terserang dengan cara mencabut tanaman yang terserang.  Usahakan jangan sampai tanahnya tercecer dan bertebaran ke mana-mana karena dapat menulari tanaman yang sehat.  Setelah dicabut, taburi lubang bekas tanaman terserang tadi dengan kapur secukupnya dan lubang ditutup kembali dengan tanah.
6.  Untuk tanaman yang sehat yang berada di sekitar tanaman terserang, disiram dengan larutan formalin dengan takaran 2 – 5 cc per liter air sebanyak 200 ml per tanaman.  Gunanya untuk pencegahan agar tidak tertular oleh fusarium dari tanaman yang terserang tadi.
7.  Pengendalian yang lain adalah secara teknis budidaya dengan pergiliran tanaman lain selain tanaman dari famili Solancea (terung-terungan).  Jika sebelumnya lahan pernah ditanami cabe atau tanaman lain yang masih satu famili, lebih baik cari lahan yang lain.
b.    Penyakit Layu Bakteri.
Penyakit layu bakteri ini biasanya menyerang tanaman cabe yang ditanam di dataran rendah dibandingkan di dataran tinggi.  Gejala serangan yang kelihatan adalah layu pada beberapa daun muda dan atau menguningnya daun tua sebelah bawah.  Gejala lain yang terlihat adalah berkas pembuluh pengangkut yang berwarna cokelat tua dan membusuk setelah batang, cabang atau pangkal batangnya kita belah.
Namun jangan sampai kita salah identifikasi terhadap layu bakteri ini, sebab gejala seranganya hampir-hampir mirip dengan gejala serangan layu fusarium.  Untuk membedakanya secara mudah, siapkan air putih dalam sebuah gelas. Kemudian potong cabang atau batang tanaman cabe yang terserang layu tadi dan dijepit dengan pisau dan dicelupkan ke dalam air putih tadi.  Perhatikan jika dari potongan cabang atau batang tadi keluar exudat berwarna putih seperti asap, dapat dipastikan tanaman tadi terserang bakteri Pseudomonas bukan layu karena serangan Fusarium.  Jika tidak keluar eksudat putih berarti tanaman terserang oleh penyakit layu fusarium.
Pengendalian :
Pengendalian penyakit layu bakteri ini dapat dilakukan dengan beberapa cara pengendalian yang kompatibel antara lain :
1.      Pengaturan irigasi dengan baik,jjangan sampai lahan pertanaman tergenang air berlebihan.  Segera buang air yang berlebihan dengan sistem drainase yang baik.
2.      Pencelupan bibit dengan larutan bakterisida seperti Agrimycin  dengan takaran 1,2 gram per liter air atau dengan Agrept dengan takaran 2 gram per liter air untuk pencegahan serangan layu bakteri.
3.      Penyemprotan atau penyiraman dengan bakterisida pada saat tanaman berumur 25  hari setelah tanam (HST) dan diulangi 1 – 2 kali penyemprotan dengan interval 10 hari sekali.
4.      Untuk penanganan tanaman yang terserang dapat dilakukan seperti halnya pada tanaman yang terserang layu fusarium di atas.
5.      pengendalian yang lain dengan pergiliran tanaman yang bukan sefamili untuk menghindari penularan patogen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon konfermasi balik....dari anda terhormat. Biar tampilan lebih baik.