teks

SELAMAT DATANG DI BLOG BPP KECAMATAN TIRISblink>

Rabu, 07 Januari 2015

CARA SUKSES MENYULUH



By: Anang Budi Prasetyo,SP


Menyuluh itu hampir sama dengan presenter, atau yang menyampaikan presentasi tentang suatu gagasan. Agar ide dan pesan yang ingin disampaikan dapat berhasil, maka diperlukan ilmu dan segala persiapan. Menyuluh itu menyampaikan pesan, ia merupakan bagian dari komunikasi, dimana seorang komunikator (penyuluh) harus berusaha menyampaikan pesan kepada komunikan (petani dan pelaku usaha tani) dengan metode dan media tertentu dengan jelas dan meyakinkan. Apa yang diperlukan dan dipersiapkan penyuluh agar petani mau menerima ide dan pesan yang disampaikan? mungkin ini beberapa jawabannya.
Pertama harus disadari dan dipahami, bahwa petani dan pelaku usaha (orang yang menerima penyuluhan) adalah orang dewasa, mereka bukan kertas kosong yang siap diisi apa saja sekehendak kita, mereka adalah orang-orang yang memiliki pengalaman dan akan mengambil keputusan sendiri sesuai dengan keinginan mereka, jadi gaya penyampaiannya harus beda, diusahakan tidak terkesan menggurui, dan ini yang paling penting, “ber empati.”
Kedua, persiapkan segalanya dengan baik dan detail, dari mulai tujuan yang ingin dicapai, kesesuaian materi dengan kebutuhan, lembar persiapan menyuluh, skenario waktu, fase persiapan, isi, penutupan dan evaluasi, kemudian bahan dan alat apa saja yang dibutuhkan serta alternatif dan antisipasi kejadian yang mungkin bisa terjadi.
Ketiga, saat pelaksanaan penyuluhan, jadi orang yang bisa meyakinkan mereka (komunikan), oleh karena itu materi penyuluhan sejatinya harus sesuatu yang benar-benar dipahami dan diuji cobakan sendiri. Dalam menyampaikan materi, agar tidak bosan selingi dengan intermezo dan humor yang relevan. Libatkan seluruh panca indera komunikan (petani dan pelaku usaha), agar materi yang disampaikan terserap maksimal, caranya bawa benda asli bukan hanya gambar apalagi cuma dibayangkan, ajak mereka berpartisipasi, mereka (komunikan) biasanya membutuhkan contoh dan bukti. Kemudian dalam menyampaikan usahakan sistematis, tidak terlalu melebar, dan fokus, lama-lama petani bosan jika terlalu ngelantur kesana kemari.
Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, petani rata-rata pendidikannya rendah, jika menyampaikan dengan power point atau peta singkap komposisi gambar usahakan lebih banyak dari pada tulisan, mereka biasanya lebih tertarik terhadap gambar karena dapat memudahkan mereka untuk mengingat-ingat materi.
 Keempat, sebelum kegiatan penyuluhan ditutup, ulang kembali point-point penting yang disampaikan, tekankan pada faktor terpenting yang ingin dicapai. Setelah itu adakan review atau evaluasi pelaksanaan, bisa dengan mengajukan pertanyaan (uji petik) terhadap beberapa petani yang telah menerima materi. dan yang terakhir beri mereka “oleh-oleh” baik berupa folder atau leaflet, agar mereka memiliki bahan untuk bertanya dan berdiskusi saat kita melakukan kunjungan rumah, atau kunjungan lapang nantinya.
Itulah beberapa tips yang saya catat, berdasarkan teori metode penyuluhan dan praktik yang saya lakukan dilapangan, setiap daerah memang memiliki budaya yang berbeda, maka sesuaikan juga dengan kondisi wilayah setempat. Saya yakin masih banyak tips yang lainnya tapi ini sesuai dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon konfermasi balik....dari anda terhormat. Biar tampilan lebih baik.